Postingan

HUKUM SHALAT TA’QIB

Gambar
  Oleh: Ust. Muafa Yang dimaksud dengan salat ta’qib (صَلاَةُ التَّعْقِيْب) adalah salat tambahan yang dikerjakan setelah salat tarawih. Ta’qib berasal dari kata  ‘aqqoba  (عَقَّبَ) yang bermakna menyusulkan. Jadi, dalam bahasa mudah salat ta’qib bermakna salat  susulan . Ibnu Al-Atsir berkata; النهاية في غريب الأثر (3/ 526، بترقيم الشاملة آليا) التعْقيبُ هو … صلاة النَّافلة بعد التَّراويح “Ta’qib adalah… salat nafilah setelah tarawih” Definisi senada diungkapkan oleh Az-Zamakhsyari; الفائق في غريب الحديث و الأثر (3/ 13) هو أنْ يصلُّوا عَقبَ التراويح “Ta’qib adalah salat setelah tarawih” Berdasarkan definisi di atas, bisa dikatakan bahwa salat ta’qib adalah  salat tarawih sesi dua . Bisa juga katakan dengan ungkapan lain bahwa salat jenis ini adalah salat yang memisah salat tarawih menjadi dua sesi; Sesi pertama di awal malam, yakni setelah Isya, sesi kedua di akhir malam (umumnya setelah tidur). Kaum muslimin sendiri secara fakta memiliki empat variasi dalam me...

PELAJARAN DARI PERANG HARROH

Gambar
  BAHAYA BERBICARA POLITIK TANPA ILMU Oleh: Ustadz  Muafa Tahun 63 H kejadiannya. Perang Harroh (وقعة الحرة) adalah perang yang terjadi antara penduduk Madinah dengan Yazid bin Mu’awiyah yang waktu itu menggantikan bapaknya; Mu’awiyah menjadi Khalifah melalui sistem pewarisan tahta. Di perang ini, Ibnu Shoyyad -lelaki Yahudi yang dicurigai sebagai Al-masih Ad-Dajjal- hilang. Cerita perang ini: Penduduk Madinah melepas baiat kepada Yazid dan menyatakan memberontak memilih pemimpin sendiri. Yazid murka, lalu mengirim sekitar 10.000 tentara. Penduduk Madinah kalah, tentara yang menang diizinkan pemimpinnya yang bernama Muslim bin Uqbah “menghalalkan” Madinah (melakukan istibah) selama tiga hari. Selama 3 hari itu mereka membunuh, merampas harta, dan memperkosa wanita-wanita muslimah! Apa?! Memperkosa wanita-wanita muslimah? Benar, demikian keterangan Ibnu Taimiyyah yang dibenarkan oleh Ibnu Katsir. Bukan muslimah biasa, tapi mereka adalah wanita-wanita milik sebagian shahabat yan...

SALAHKAH TAKUT DENGAN VIRUS CORONA?

Gambar
  Oleh : Ustaz  Muafa  (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Rasa takut pada manusia secara umum bisa dibagi menjadi dua macam, Pertama: Rasa takut yang disertai aksi menjauh Kedua: Rasa takut yang disertai aksi mendekat Rasa takut jenis pertama adalah rasa TAKUT ALAMI (الخَوْفُ الطَّبِيْعِيُّ). Allah sendiri yang meletakkannya pada manusia untuk menjaga dirinya dari kebinasaan. Contoh takut jenis ini misalnya: takut terhadap singa karena kuatir ia akan memangsa, takut api membakar, takut tenggelam, takut listrik menyengat sampai mati, takut racun sianida, takut ditangkap karena akan dihukum bunuh, dan lain-lain. Takut jenis ini efeknya sama semua, yakni membuat orang lari dari yang ditakuti dan berusaha menyelamatkan diri. Dalam dalil, rasa takut seperti ini kadang diungkapkan dengan lafal  khouf  (الخَوْفُ),  faza’  (الفزع),  ru’bun  (الرعب), dan lain-lain. Takut jenis ini tidak tercela, tidak haram, dan sama sekali tidak bertentangan dengan...

SYAHIDNYA ORANG YANG TERBUNUH SECARA ZALIM

Gambar
  Oleh : Ustaz  Muafa  (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Barangsiapa terbunuh secara zalim, maka dia mati syahid! Seringkali kita mendengar berita orang yang dibunuh secara zalim, entah itu ditembak, diracun, dikubur hidup-hidup, ditenggelamkan, dipukul benda tumpul, dibakar, dikeroyok, dan sebagainya. Situasi dan motif penyebab munculnya kezaliman juga beragam. Bisa perampokan, pencurian, pemerkosaan, kecurigaan tak berdasar, kedengkian, dendam, fitnah, memperoleh warisan, menghabisi lawan politik, menghilangkan barang bukti, dan sebagainya. Tentu keluarga yang ditinggalkan sangat sedih melihat orang yang disayangi mati secara tragis. Masyarakat yang melihat juga wajar akan geram. Harus diyakini, jika pembunuh yang zalim itu lolos dari hukum dunia, maka pasti dia tidak akan lolos dengan pengadilan dan hukum Allah yang Maha Tinggi di akhirat. Bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan, ada kabar gembira akan keuntungan di akhirat, yakni orang yang  terbunuh secara...

AL-MINHAJI; GELAR PENGHAFAL KITAB MINHAJ ATH-THOLIBIN KARYA AN-NAWAWI

Gambar
  Oleh : Ustaz  Muafa  (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Salah satu keistimewaan kitab  Minhaj Ath-Tholibin  (منهاج الطالبين) karya An-Nawawi adalah penghafalnya diberi gelar dengan dinisbahkan kepada kitab tersebut. Jadi, siapapun yang berhasil menghafal kitab tersebut, maka dia akan digelari  Al-Minhaji  (المنهاجي). Tidak ada kitab mukhtashor/mutun apapun dalam berbagai bidang ilmu yang mendapatkan kehormatan seperti penghafal kitab  Minhaj Ath-Tholibin  ini. Kita belum pernah mendengar penghafal  Alfiyyah  karya Ibnu Malik digelari  Al-Alfy  atau penghafal  Matan Al-Ajurrumiyyah  digelari  Al-AJurrumy . Fakta sejarah ini menunjukkan keistimewaan kitab tersebut sekaligus keagungan pengarangnya. As-Sakhowi berkata, ومن فور جلالته وجلالة مؤلفه انتساب جماعة ممن حفظه إليه، فيقال له: المنهاجي، وهذه خصوصية لا أعلمها الآن لغيره من الكتب.( المنهل العذب الروي (ص: 13) Artinya, “Di antara derasnya keagungan kitab ...

SEPERTI APAKAH GAMBARAN WAJAH DAN BENTUK FISIK PARA NABI?

Gambar
SEPERTI APAKAH GAMBARAN WAJAH DAN BENTUK FISIK PARA NABI? Oleh: Ustaz Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin) Gambaran wajah dan bentuk fisik para nabi yang akan dijelaskan dalam tulisan ini diambil dari kitab Al-Baihaqi yang bernama “Dala-il An-Nubuwwah”. Dalam riwayat tersebut, bukan hanya informasi seperti apa wajah, rupa dan bentuk fisik para nabi yang bisa kita bayangkan, tetapi juga ada kisah yang menunjukkan mukjizat Nabi Muhammad ﷺ yang akan semakin menguatkan keyakinan kita bahwa beliau memang benar-benar utusan Allah, sekaligus ada kisah karomah shahabat nabi yang mulia yang bernama Hisyam bin Al-‘Ash. Kisah ini juga memberi pelajaran kepada kita betapa dahsyatnya fitnah dunia yang bisa membuat orang menutupi mata batinnya yang bersih dan memilih menjual akhirat untuk dunia yang fana. Bagaimanakah riwayatnya? Tokoh utama yang bercerita dalam riwayat ini shahabat nabi yang bernama Hisyam bin Al-‘Ash. Beliau adalah putra dari tokoh kafir Quraisy terkenal yang bernam...